?
Jika memang suatu hari nanti ada tangan lain yang lebih fasih menggenggam tanganmu, aku tidak akan meminta semesta mengulang arah putarnya. Sebab aku mulai percaya bahwa hidup bukanlah garis lurus yang bergerak menuju akhir yang pasti, melainkan rangkaian jejak yang terus berubah setiap kali kita mencoba memaknainya. Kita sering menyangka bahwa pertemuan adalah awal dari kepastian, padahal barangkali ia hanyalah persinggahan yang kebetulan saling menemukan nama. Menurutku, cinta tidak pernah benar-benar dapat dimiliki. Ia lebih menyerupai sebuah teks yang terus membuka kemungkinan tafsir baru. Jacques Derrida pernah memperlihatkan bahwa makna tidak pernah benar-benar selesai; ia selalu bergeser, selalu tertunda, selalu lahir kembali ketika dibaca dari pengalaman yang berbeda. Mungkin demikian pula kita. Aku tidak pernah benar-benar selesai mengenalmu, sebagaimana kau pun tidak pernah selesai menjadi dirimu sendiri. Setiap hari menghadirkan versi ...