Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

Memilih Jalan Alternatif dalam Situasi Politik Ketidakpastian

Gambar
Saat pertama kali mengikuti kegiatan ngaji kenduri cinta dengan tema, Mediokrasi "The Rule of Ignorence". Dengan diisi pemateri/pembicaranya orang-orang yang hebat, tentu sangat menarik bagaimana mereka menyampaikan argumentasi sesuai dalam bidang mereka, tanpa keluar dari konteks yang dibahas. Ada salah satu pemateri/pembicara, menyampaikan: "Peran kita di alam semesta jangan ditengah, sudah seharusnya kita memilih jalan alternatif untuk menghadapi situasi politik hari-hari ini yang penuh ketidakpastian". Tentu saya berusaha menganalisis apa yang disampaikan oleh semua pembicara salah satunya pernyataan diatas.  Tetapi tulisan ini berfokus untuk berusaha menganalisis dengan mendasar pernyatan tsb, tentang posisi individu di tengah ketidakpastian politik yang semakin tajam dewasa ini, serta bagaimana kita sebaiknya bersikap dalam menghadapi situasi tsb. Pernyataan tentang, "dialam semesta jangan ditengah" mengisyaratkan pentingnya mengambil jalan alternati...

Bab yang tak terselesaikan

Gambar
Bisakah aku memilikimu seperti halaman-halaman buku yang pernah kita baca bersama dulu? Lembaran yang mengabadikan kita dalam sunyi, ketika dunia hanya diisi oleh suara kertas yang bergeser pelan dan desir angin di luar jendela? Dalam setiap huruf yang kita eja berdua, aku menemukan bagian dari dirimu—sepotong demi sepotong, seperti puzzle yang kususun dalam keheningan, berharap suatu saat bisa menyelesaikannya, meski tanpa tahu di mana ujung ceritanya. Kau seperti novel klasik yang tak pernah usang, penuh dengan liku-liku tak terduga di setiap babnya. Saat kita membolak-balikkan halaman, aku selalu terjebak dalam pertanyaan; bisakah aku benar-benar memilikimu, seutuhnya, sebagaimana seorang pembaca memiliki kisah yang ia genggam erat dalam tangannya? Setiap kalimatmu adalah teka-teki, setiap dialog adalah diskusi yang tak pernah tuntas di antara kita, seperti diskusi panjang tentang buku-buku yang dulu kita nikmati, tak pernah benar-benar mencapai kesimpulan. Kita hanyut dalam arti da...