Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

FENOMENA MALAM RINDU DI SETIAP MINGGU

Gambar
  Malam minggu yang muncul setelah perpisahan kita adalah malam yang kelam bagiku, sebab selalu saja membawa percikan-percikan rindu. Di setiap malam minggu datang, kerinduan terus saja menghantui pikiranku. Seketika teringat pada namamu yang indah itu membuatku tak bisa berkutik malam ini, dan senyuman manismu, rasa tidak bisa dihapus di dalam pikiranku, serta bintang di langit hanya terbayang wajah cantikmu. Malam minggu memang selalu menjebakku dalam kenangan yang mendalam, tanpa sadar air mata menetes dari indra penglihatanku. Aku teringat sebuah kenangan yang mendalam, yang luar biasa membekas di ingatan. Entah bagaimana percikan-percikan ini bisa muncul. Aku selalu bertanya pada diri sendiri, mengapa ini selalu terjadi. Bahkan aku sampai tergiring dalam alam bawah sadar pikiranku, aku berjalan menyusuri jalanan malam dengan penuh rasa bekecamuk di dada. Mata memandang suasana malam yang entah tak sanggup kukatakan. Suara itu, entah nyata atau tidak memanggil-manggil diriku. M...

SEPAK BOLA MODERN DALAM GENGGAMAN POLITIK

Gambar
  Jargon "Kick Politics Out of Football". Apakah benar sepakbola harus terlepas dari politik? OMONG KOSONG! Ini terlihat dari sejarah panjang dimana sepakbola tidak dapat lepas dari dunia politik. Entah itu dari pemilik klub, supporter, hingga para pemainnya. Dari sepakbola yang terdahulu pun sudah dipengaruhi oleh politik meskipun bukan partai. Dimana terciptanya klub-klub di Indonesia disiasati oleh politik untuk melawan kolonialis waktu itu. Begitupun berdirinya federasi di negara ini. Namun sepakbola sekarang tak hanya sekadar olahraga terpopuler di dunia dan hiburan rakyat, melainkan juga telah bertransformasi menjadi sebuah industri yang sangat menggiurkan. Karena gairah dan fanatisme atas sepakbola menjadikan olahraga ini memiliki jutaan penggemar yang tersebar di seluruh negri. Tingginya angka minat atas sepakbola pun tanpa di sadari oleh penggemar, menjadikan sepakbola adalah media terbaik untuk ajang kampanye partai untuk agenda pemilihan kepala daerah, legislatif b...

I HOPE

Gambar
Aku harap adalah sebuah hal yang indah ketika aku bersamamu. Seperti cerita sepasang kekasih yang hidup pada zaman kuno yang sering kita bahas pada malam itu. Kau memberikanku sebuah harapan agar semua imajinasi dan mimpi yang aku ceritakan padamu akan terwujud. Semoga itu benar, menjadi kenyataan, dan tidak akan bubar. Entahlah, aku tidak pernah mendapatkan rasa yang begitu dalam sebelum bertemu denganmu. Menjumpai manusia-manusia membosankan di club malam, dan sangat menjijikan karena aku hanya ingin minum dalam kondisi tenang bukan di tengah keramaian. Aku harap semua itu terwujud, aku sudah berusaha melakukan itu semua.  

TUNAWISMA BUKANLAH MASALAH, MEREKA ADALAH HASIL DARI MASALAH

Gambar
Tiap negara, entah itu negara maju, berkembang atau miskin memiliki populasi homeless, atau yang biasa kita kenal dgn sebutan gelandangan, dan frasa kasarnya pengemis. Aku menggolongkan mereka sbg komunitas (dan mengklaim diri sbg bagian dari komunitas tsbt). Tak ada standar ketika kita berbicara homeless, karena spesifikasi kemiskinan yang juga sangat abu-abu dalam standar hidup urban. Bisa dikatakan, hari ini, seseorg yg tidak memiliki gadget bisa saja digolongkan sebagai homeless. Menurutku ini bukan soal kemampuan individu beradaptasi dengan evolusi dunia karena homeless cenderung berada pada posisi kalah perihal kompetisi kehidupan urban, melainkan struktural dan rancangan yang secara sistematis terjadi ketika suatu negara mengutamakan privilese, yang dalam hal ini konteks ekonomi sebagai penunjang sumber daya dan adidaya manusia. Bukan tanpa sebab, negara membutuhkan masyarakat buangan sebagai legitimasi kekuasaan. Contoh yang paling kasat mata adalah pendidikan berbayar yang dik...