Setiap Langkah Layak Dirayakan
Aku berjalan bukan semata memindahkan tubuh, melainkan menawar makna pada waktu. Setiap langkah adalah pertanyaan yang kuajukan pada hidup: masih pantaskah aku berharap, atau cukupkah aku bertahan? Lorong hari-hari tak selalu ramah. Ia sering sunyi, kadang kejam, dan kerap membuatku merasa asing di dalam diriku sendiri. Namun entah mengapa, kakiku tetap memilih bergerak, seolah diam adalah bentuk lain dari kehilangan. Ada saat ketika aku tidak lagi mengejar tujuan, melainkan menjaga kesadaran agar tidak runtuh sepenuhnya. Aku melangkah bukan karena masa depan tampak terang, tetapi karena berhenti berarti menyerahkan diriku pada kehampaan. Dalam gerak yang lambat itu, aku belajar: hidup bukan tentang sampai, melainkan tentang menunda hancur sedikit lebih lama dari hari sebelumnya. Setiap langkahku membawa beban ingatan. Tentang kegaga...