PUISI; ALGORITMA KENESTAPAAN


Hari berganti; rasa sakit, kekecewaan, putus asa, kebingungan dan ketempaan
Hari ini, esok dan seterusnya aku masih jungkir balik menidurkan segala atribut ketakutan
Disetiap lamunanku, yang selalu terbayang kesedihan

Ketika kesunyian malam mencekam
Angin malam meraung-raung
Seperti memainkan rasa dan asa
Tatkala hati risau akan kerasnya dentuman cobaan

Lalu, adakah yang harus di pertahankan
dari sebuah kesunyian?
Yang kian melebur diterpa angin dengan tanpa perasaan

Tapi biarlah kesunyian
Biarlah kujaga malam ini
Aku ingin sendirian
Menuliskanmu seperti ini
Selalu dan sekali lagi menari
di altarnya, meminta nyawa atau jantung
puisi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zniet Kucing Hitam Terasing

Bab yang tak terselesaikan

Setiap Langkah Layak Dirayakan