PUISI; PERIHAL LUKA



Malam ini
Hujan menyapaku yang termangu sendirian
Menyelusuri jenggala dalam sunyi berteman dengan sepi
Di pelukan kelam yang dingin dan mencekam


Di tengah malam dan suara-suara orang terluka, merangkak ke sela-sela kayu basah
Tak sempat kering karena hujan tak memberi izin


Dalam gelap semesta
Lantang kueja setiap makna
Tentang luka yang membiru nyata
Di antara remah mimpi yang tersisa
Kaulah muara segala luka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zniet Kucing Hitam Terasing

Bab yang tak terselesaikan

Setiap Langkah Layak Dirayakan