TUNAWISMA BUKANLAH MASALAH, MEREKA ADALAH HASIL DARI MASALAH
Tiap negara, entah itu negara maju, berkembang atau miskin memiliki populasi homeless, atau yang biasa kita kenal dgn sebutan gelandangan, dan frasa kasarnya pengemis.
Aku menggolongkan mereka sbg komunitas (dan mengklaim diri sbg bagian dari komunitas tsbt). Tak ada standar ketika kita berbicara homeless, karena spesifikasi kemiskinan yang juga sangat abu-abu dalam standar hidup urban. Bisa dikatakan, hari ini, seseorg yg tidak memiliki gadget bisa saja digolongkan sebagai homeless.
Menurutku ini bukan soal kemampuan individu beradaptasi dengan evolusi dunia karena homeless cenderung berada pada posisi kalah perihal kompetisi kehidupan urban, melainkan struktural dan rancangan yang secara sistematis terjadi ketika suatu negara mengutamakan privilese, yang dalam hal ini konteks ekonomi sebagai penunjang sumber daya dan adidaya manusia. Bukan tanpa sebab, negara membutuhkan masyarakat buangan sebagai legitimasi kekuasaan. Contoh yang paling kasat mata adalah pendidikan berbayar yang dikelola institusi berbasis kenegaraan yg korelasinya adalah dunia kerja.
Masyarakat menengah kebawah pertengahan abad 20 dibebankan dgn kemajuan teknologi yang dibarengi dengan surplus profit dari setiap langkahnya. Nilai material pendidikan yg sulit dijangkau masyarakat miskin membuat sulitnya akses pekerjaan dlm level hidup yg serba modern. Sedangkan disisi lainnya, industri dan robotisasi melibas habis kemampuan kerja manusia yg berbasis otonom. Alhasil, kemampuan kreatif manusia direduksi sebatas pengoperasian teknologi yg notabenenya harus melalui pendidikan tersentral dan tidak umum, belum lagi sistemik pembelajaran dan alat yg dibandrol sangat tinggi oleh perusahaan. Seandainya kita bisa lebih jeli lagi menganalisa penyebab berkembangnya komunitas homeless di kota2 besar dari perspektif kapital, mungkin kita tidak akan sekonyong konyong menjustifikasi para homeless sbg kelas manusia useless dan beban negara, tapi akan lebih tajam menganalisa sebab yg menghantar kita pada politik negara yang hirarkislah sebagai satu-satu nya penyebab lahirnya konteks manusia useless itu sendiri.

Komentar
Posting Komentar